04 Maret 2026 | Laporan

SNAPS 2024: Memahami norma gender di Indonesia, Malaysia, Filipina & Vietnam

Norma Gender, BUNCIS

Ringkasan

Dengan tujuan memajukan kesetaraan gender di Asia Tenggara, laporan ini menyajikan analisis lintas negara tentang sikap, perilaku, dan advokasi gender di Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Penelitian ini dilakukan oleh Global Institute for Women's Leadership (GIWL) di Australian National University, bekerja sama dengan Investing in Women.

 

Ikhtisar penelitian

Terlepas dari kemajuan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir, ketidaksetaraan gender tetap menjadi salah satu tantangan global yang paling gigih. Meskipun besarnya dan sifat kesenjangan gender bervariasi di berbagai negara, norma-norma gender yang membatasi perempuan tersebar luas di semua masyarakat.

Ekspektasi sosial yang mengakar kuat dan seringkali tidak terucapkan ini membentuk persepsi tentang peran laki-laki dan perempuan serta memengaruhi keputusan dalam rumah tangga, pasar tenaga kerja, dan kehidupan publik. Memahami bagaimana norma gender muncul, bertahan, dan berkembang dari waktu ke waktu sangat penting. Pemahaman ini menyoroti kemajuan masyarakat menuju masyarakat yang lebih inklusif dan memberikan informasi untuk intervensi yang bertujuan untuk secara efektif mempromosikan praktik kesetaraan gender.

Studi ini membahas empat tujuan penelitian utama:

  • Untuk menyelidiki prevalensi sikap, perilaku, dan advokasi kesetaraan gender dan untuk membandingkan pola-pola ini dengan harapan normatif dan empiris individu.Perbandingan ini memungkinkan identifikasi potensi ketidaktahuan pluralistik, atau kesalahpahaman tentang harapan dan perilaku sosial yang berlaku.
  • Untuk menganalisis karakteristik sosio-demografis utama yang terkait dengan dukungan dan praktik kesetaraan gender, dan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara sikap, perilaku, dan advokasi. Penelitian ini secara khusus menilai hubungan antara sikap, harapan sosial, dan tindakan, serta apakah sikap dan perilaku yang mendukung dapat diterjemahkan menjadi advokasi aktif.
  • Untuk mengeksplorasi faktor-faktor struktural dan kontekstual yang memengaruhi keterlibatan individu dalam kesetaraan gender. Jaringan referensi diidentifikasi sebagai komponen kunci dari faktor-faktor ini, yang membentuk bagaimana orang memahami dan bertindak berdasarkan norma gender. Analisis ini juga mengkaji faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi penerjemahan sikap kesetaraan gender ke dalam advokasi publik dan swasta.
  • Untuk menilai bagaimana norma gender telah berkembang dari waktu ke waktu. Dengan membandingkan hasil survei sebelumnya dan menempatkan norma-norma ini dalam konteks transformasi sosial dan global yang lebih luas.

 

Laporan ini awalnya diterbitkan pada Situs web GIWL.

 

Highlight

Studi ini menyoroti empat temuan utama:

 

  1. Perempuan secara konsisten menunjukkan dukungan yang lebih kuat terhadap kesetaraan gender dibandingkan laki-laki.
  2. Sikap dan advokasi kesetaraan gender memiliki kaitan yang signifikan di semua bidang โ€“ khususnya di kalangan perempuan, tetapi kaitan antara sikap dan perilaku tidak selalu terlihat jelas.
  3. Analisis kualitatif lebih lanjut menjelaskan sistem rumit yang terdiri dari faktor pendukung dan penghambat kesetaraan gender.
  4. Ekspektasi berbasis gender terus berkembang dari waktu ke waktu, menunjukkan potensi perubahan di masa depan.

Unduh Sumber Daya Di Sini

Diterbitkan oleh: Institut Global untuk Kepemimpinan perempuan, Investing in Women

Lihat lainnya Publikasi