Ringkasan
Laporan ini mengkaji norma-norma sosial yang masih ada yang mempengaruhi peran ekonomi perempuan di Indonesia dan implikasinya terhadap partisipasi angkatan kerja. Temuan-temuan utama menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan dalam bidang pendidikan dan perubahan ekonomi, peran gender tradisional terus membatasi peluang ekonomi perempuan, dan tanggung jawab keluarga serta harapan masyarakat membatasi keterlibatan perempuan dalam dunia kerja. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana norma-norma ini mempengaruhi pilihan pekerjaan kaum muda, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jabodetabek dan Surabaya Raya. Laporan ini juga mengkaji dampak pandemi COVID-19, yang telah memperburuk tantangan namun juga mendorong pergeseran peran gender, dengan semakin banyaknya perempuan yang memasuki pasar tenaga kerja karena tekanan ekonomi. Perubahan lanskap ini menggarisbawahi perlunya kebijakan yang mendukung keterlibatan perempuan dalam perekonomian, menantang norma-norma yang berlaku, dan mendorong kesetaraan gender di tempat kerja.
Highlight
- Partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di Indonesia masih rendah karena masih adanya norma gender yang menekankan peran tradisional di rumah.
- Prestasi di bidang pendidikan tidak mengubah ekspektasi terhadap peran ekonomi perempuan secara signifikan, hal ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pendidikan dan kesempatan kerja.
- Pandemi COVID-19 telah menyoroti sekaligus memperparah tantangan yang dihadapi perempuan, dengan meningkatnya tugas perawatan yang tidak dibayar dan pergeseran beberapa peran gender karena tekanan ekonomi.
- Milenial perkotaan menunjukkan sedikit perubahan ke arah pandangan yang lebih progresif mengenai peran gender, yang dipengaruhi oleh pendidikan dan perubahan ekspektasi masyarakat.
- Kebijakan yang mendukung pengaturan kerja yang fleksibel dan kesetaraan gender di tempat kerja direkomendasikan untuk meningkatkan partisipasi ekonomi perempuan.

